Rabu, 11 Januari 2017

CUITAN : Menyingkapi Kebahagiaan

Assalamualaikum wr.wb.
Hallo, my lovely reader
 Charming class kali ini membahas topik tentang....

Menyingkapi  Kebahagiaan
Kebahagiaan setiap orang itu berbeda- beda menurut versi mereka masing- masing. Ada yang kebahagiaan identik dengan kepemilikan banyak uang. Ga juga kalau menurtku. Memang uang itu penting, segala sesuatu bisa dibeli dengan uang tapi tidak semua bisa dibeli dengan uang. Nah, reader kali ini kita tidak akan membicarakan apa itu kebahagiaan atau bagaimana cara meraih kebahagiaan. Disini kita akan membahas bagaimana sich cara menyingkapi kebahagiaan itu. Ok ayo kita mulai.
Saat kita mendapatkan suatu nikmat atau kebahagiaan sangat penting untuk bersyukur . seperti seorang muslim tentu kita akan mengucapkan Alhamdulilah, syukur syukur tambah semangat dan tidak lupa untuk shodaqoh sebagai ungkapan rasa syukur, tak jarang juga traktir temen makan.
Perlu diingat untuk tidak melakukan hal dibawah juga seperti:
1.       menceritakan tentang kenaikan pangkatmu atau kenaikan jabatanmu di depan orang yang sedang pusing mencari kerja ( mungkin dia sudah mulai putus asa mencari kerja dan berharap kamu mau memberikan informasi lowongan kerja bukan hanya sekedar pamer saja).
2.       jangan ceritakan betapa sayangnya pasanganmu atau romantisnya kekasihmu sama orang yang masih sendiri apalagi lagi galau menunggu jodoh. ( kamu tidak pernah tahu mungkin dia habis putus atau gagal menikah atau dia orang yang tidak percaya diri jadi khawatir tidak tahu kapan dia akan menikah )
3.       menceritakan secara berlebihan lucunya anak kamu dan pinternya mereka sama temen kamu yang kamu tahu sering nangis karena udah lama belum dikasih titipan sama gusti Allah ( setiap malam wanita ini menangis ingin diberi manah ).
4.       Membicarakan kenaikan gaji kamu atau suami kamu sama tetangga atau temen kamu  yang hidupnya pas- pasan ( dia sedang bingung kemana mencari tambahan uang untuk spp anaknya )
Itu poin pertama lalu kita ke poin kedua perilaku yang ngeselin tapi jarang orang yang nyadar seperti berikut ini:
5.       Pamer baru beli barang di depan temen yang ngutangin kamu dan kamu nya belum bayar- bayar ( dia menunda barang yang dia inginkan karena uangnya belum cukukp ).
6.       Pamer sama bawahan( karyawan ) kamu habis jalan jalan atau ngadain pesta di depan karyawan yang belum di gaji ( sedang galau karena dompetnya mulai kosong )

dialog 1 menanggapi curhatnya temen
A :” aku sedih banget dech, ternyata cowo aku udah punya pacar sebelum dia jadian sama aku, ternyata dia playboy dan kemarin aku di chat di fb sama cewe itu dia bilang aku ga boleh ganggu calon suami nya,sambil maki- maki aku gitu. ngeselin banget kan?”
B :” ih ya ampun ih cowo kayak gitu banget, kalo pacar aku ga gituh ya s dech, itu tuh ya sabar banget sama aku, perhatian dan dia tu setia tau aku tuh seneng banget punya pacar
 Kayak dia”

Ini bukan sikap simpati apalagi empati dan sebaiknya jangan kalau kamu mengaku sahabat. Sebaiknya gini :
B :” sabar ya jeng, kenapa kamu ga bilang aja ke cewe itu, dich mana aku tau dia udah punya pacar apa belum waktu dia nembak aku, semoga kamu dapat ganti yang lebih baik ya teman”.
Dialog ke 2
A : “ eh skripsi kamu udah bab berapa?”
B :” aku masih bab 3, kamu?”
A :” apah hari gini baru bab 3, kemana aja keles?”
B :” aku tuh dosennya sudah banget tau, bimbimgam aja bisa sampe 1 jam diceramahi, dan aku sudah nyari bukunya, kan aku ngambil bahasa inggris jadi bukunya harus pake bahsa inggris ga boleh banyakan yang bahsa indonesianya, kemarin aja akau nyampe ke jogja buat nyari buku”
A : “ ak sih Alhamdulilah , dosennya gampang sih ya baik banget sama aku, pengajuan aja langsung di acc”

untuk seorang mahasiswa semester akhir topic ini bener- bener topic sensitif.jadi harus berhati- hati ya
 Contohnya dua aja ya. Lalu ada beberapa pertanyaan yang ngeselin contohnya berikut:
1.       Kamu kapan nikah?, nich anak aku aja udah dua.
(pertanyaan yang bisa bikin baper dan sebaiknya dihindari)
2.       A : “Eh ya ampun udah lama ga ketemu ya, anaknya udah berapa?”
B : “ aku belum di kasih “.
A : “ ah masa sih, perasaan nikah nya udah lama ya, kurang pinter nih bikinnya, mau aku ajari?”hehe
(Ini sama sekali tidak lucu )
3.       Kapan nih wisuda nya?
( pertanyaan yang bikin setres)
4.       Masih betah ikut pondok mertua indah?
(semua orang apalagi yang sudah berkeluarga pasti ingin punya rumah sendiri)
5.       Haduh kok masih ngontrak sih, kenapa ga ambil rumah aja?
( sama seperti di atas semua orang ingin punya rumah sendiri)
6.       Kesini pake apa?. Pake angkot trus ngojeg?. Kok ga pake motor?
(haha kan sudah tahu dia tidak punya motor bisa karena ga da uang untuk motor atau bisa juga tidak bisa naik motor)
Dan lain lain dan lain lain
Ok ok ok trus gimana dong menyingkapi kebahagiaan itu?
Boleh buat status di sosmed ga?. Boleh  tapi jangan terlalu berlebihan ya.
Jangan ceritakan kebagiaan kamu jika orang lain tidak tanya.
Boleh menjawab apa yang membuatmu tersenyum lebar tapi jangan berlebihan menceritakannya
Intinya biarkan orang lain tahu sendiri betapa hebatnya kamu seperti kata pepatah
Contohlah laut dia  tidak pernah menjelaskan betapa hebatnya dia.
It’s so nice, isn’t?.
Wassalamualaikum wr.wb
Thank’s for visiting
Have a nice day

See you

0 comments:

Posting Komentar

 

The Learning Cup Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang