Impian
Setiap orang mempunyai impian,,ada yang sederhana dan ada pula yang hebat..
bicara tentang hebat,, ukuran ini tentu subjective lain orang lain pula pandangannya.
Aku lebih percaya jika impian itu tidak kukatakan pada siapapun kecuali orang yang aku percaya saja. Percaya yakni orang yang menurut perkiraanku tidak meragukan apa yang aku yakini.
Mario Teguh berkata:" Jika anda ingin mendapatkan apa yang tidak biasa anda dapatkan lakukanlah apa yang tidak biasa anda lakukan,,
Katanlah impianmu kepada orang yang kau percayai, sahabatmu, pasanganmu, atau keluargamu. Jika mereka meragukanmu maka batasilah. karena hati itu murah ragu.Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha".
Ada juga yang berpendapat begini :" Jika kau punya mimpi maka ceritakan pada orang lain tentang mimpimu maka kau akan menemukan jalan untuk impianmu itu ".
Aku teringat waktu aku duduk dibangku kuliah di semarang, waktu itu mata kuliah entrepreneurship yang di ampu oleh dosenku yang beragama katolik namanya pak agus ,, beliau memberikan tugas kuliah untuk menulis 100 daftar impian. Apapun impianmu tuliskan dalam ketas di ketik rapi dan di kumpulkan sabtu depan artinya kami diberi waktu satu minggu. Pada saat itu aku mengalami kesulitan dengan tugas tersebut. Daftar imlian masih aku tulis di kertas binder ( pada saat itu masih ngehits kuliah bawa buku binder yang isinya campuran semua materi kuliah haha ).
Tibalah hari H, daftar impian harus dikumpulkan teman - temanku banyak yang mengumpulkan hanya beberapa anak saja termasuk aku yang belum mengumpulkan tugas tersebut. Lucunya lagi mereka mengakali dengan hal-hal konyol asalkan genap 100 impian. Ada yang menulisnya berulang - ulang agar jumlahnya 100 alasannya paling juga tidak dibaca. Ada juga yang memasukan hal - hal lucu yang lain seperti : pengin beli baso, pengin masik surga, pengin tidak dimasukin neraka, sampai pengin makan pecel pedes dan apapun itu yang penting bisa genap 100 impian sedangkan aku, jangankan seratus 30 juga tidak sampai sepertinya aku tidak ingin apa- apa lagi selain yang aku tulis".
Setelah mata kuliah selesai, aku melihat melihat keluar kelas kemudian duduk sendiri diteras kelas.
Aku mendatangi beliau dan duduk disebelahnya.
"Pak, saya minta maaf karena tadi saya belum mengumpulkan tugas dari bapak saya tidak bisa menuliskan 100 daftar impian pak masih kurang banyak", kataku
Pak Agus bertanya:" ada berapa yang bisa kamu tulis wuk( panggilan nduk, atau nok,,atau neng untuk wilayah semarang dan sekitarnya)".
"Ini pak", kataku sambil menyodorkan selembar kertas tulisan tangan ( saking pesimisnya belum aku ketik).
Beliaupun tersenyum sambil berkata:"bagaimana mungkin kamu bisa meraih impianmu jika untuk bermimpipun kamu tidak berani,, tulislah impianmu walaupun itu hal sepele seperti kamu ingin membeli benda yang harganya murah,, dari situ kau akan tahu bahwa Tuhan amat sangat menyayangimu,, banyak hal yang bisa kamu raih daripada yang tidak bisa kamu dapatkan, setelah itu bapak yakin kamu akan selalu bersyukur, itu bukan hanya membuatmu untuk tidak takut dalam bermimpi tapi membuatmu lebih bersyukur" kata beliau sambil tersenyum..
Beliau kemudian menunjukannku buku agendanya .. disitu beliau memperlihatkan sebuah gambar rumah yang bagus yang dipotong dari sebuah majalah dan sebuah mobil hitam yang bagus (aku tidak tau merknya apa ) yang juga dipotong dari sebuah majalah juga.
Dan ini kata beliau: " saya punya impian punya rumah seperti ini agar nanti saya dan keluarga saya bisa tinggal dengan nyaman,, amin,, dan ini ( katanya sambil menunjukan gambar sebuah mobil berwarna hitam ), saya ingin mempunyai mobil ini agar nanti ketika saya mengantar anak dan istri saya mereka tidak kepanasan dan kehujanan,, dan kamu tahu wuk gambar ini selalu saya bawa kemana-mana, saya yakin suatu sa'at nanti Tuhan akan mengabulkan impian saya ini ", katanya sambil tersenyum.
" Dan gambar ini selalu saya bawa kemanapun dan karena Tuhan maha penyayang dan pengasih ", lanjutnya
haduh mendengar kalimatnya membuatku sangat terharu rasanya ingin menangis saja. Betapa pesimisnya aku untuk bermimpi dan menulisnya saja aku tidak berani.
Dan sampai sekarang aku mempunyai buku khusus yang aku sebut dengan buku impian. Di buku itulah aku menuliskan daftar impianku. Daftar impian yang sudah aku raih atau dapatkan aku beri tanda ceklis seperti yang beliau ajarkan. Dan benar apa kata beliau dari sekian banyak daftar impian yang aku tulis ternyata banyak hal yang sudah aku dapatkan dan itu membuatku bersyukur.
Terima kasih pak Agus atas nasehatnya, sungguh aku merasa beruntung bisa mengenal bapak.semoga bapak selalu sehat ya amin.
Jadi teman - teman apapun impianmu mau kau ceritakan kepada oranglain atau kau simpan sendiri. Jangan pernah menyerah ya.
Jadi, mau mencoba menulis daftar impianmu seperti aku?, di buku impian tentunya.
Selamat mencoba

0 comments:
Posting Komentar