Kantin Sekolah
Pada saat itu aku masih duduk di kelas 1.6 dan sebagai anak baru di sekolah tersebut aku masih belum familiar dengan sekolah tersebut, beruntungnya aku sudah mempunyai beberapa teman akrab meskipun sebenarnya aku sudah kenal banyak teman disana karena banyak yang bersekolah di SMA kami adalah lulusan dari SMP ku juga hehehe kadang - kadang aku merasa SMA ku itu seperti lanjutan dari SMP ku anak - anaknya ya itu - itu juga, sudah sepaket istilahnya. Kami berlima aku, ulfah, fai, tyas dan anggi.
Ting.. tong.. ting.. tung...
Waktunya istirahat
"Baiklah anak - anak kalian boleh istirahat Wassalamu'alaikum wr.wb ", kata guru Biologi kami menandakan berakhirnya waktu belajar kami
"Wa'alaikumsalam wr.wb", jawab anak - anak sambil diselingi senyuman bahagia, bahagia karena akhirnya mereka bisa bebas keluar kelas untuk pergi ke kantin atau sekedar menghirup udara bebas untuk sejenak melupakan pelajaran sekolah.
"Hiyaaaaaa ayo kita ke kantin, aku belum sarapan", kata salah satu temanku Fai namanya.
Sampailah kami di depan kantin sekolah kami.
Sekolah kami memiliki lima lokal kantin sekolah, dari lima kantin tersebut ada dua kantin yang setiap harinya sepi yakni kantin no.1 dan kantin no.4. Entah apa yang membuat kedua kantin tersebut sering sepi di bandingkan kantin - kantin lainnya padahal makanan yang disediakan hampir semuanya sama dan tentang rasa, rasanya juga tidak beda jauh ( ini menurutku, aku sudah mencoba semua nya karena saking penasarannya ). Akhirnya kami pun memutuskan untuk makan dan berlangganan di kanton No.4. Jika di tempat lain anak - anak saling mengantri untuk dilayani dan rela berdesak - desakan tempat duduk lain dengan kami kantin rasanya sudah menjadi tempat kami sendiri, seperti rumah lah istilahnya. Di kantin itu, kami bisa duduk dimanapun di layani dengan senyum dan cerita di empunya kantin. Kami merasa seperti teman ada bapak kantin dan istrinya serta adeknya ibu kantin setiap hari disanalah kami menghabiskan waktu istirahat dan sering juga setelah pulang sekolah. Sedotan bebas mereka sulap menjadi kerajinan tangan seperti bingakai, bunga, maulun hiasan dinding dan kami diajari untuk membuat itu semua. Pernah suatu ketika bapak kantin bertanya pada kami hari apa jadwal piket kami, kata beliau kami tidam perlu datang pagi untuk piket karena siap jadwal piket kelas kami dijamin kelas sudah bersih dan benar saja selama kami duduk di Kelas 1 SMA kami tidak mengerjakan piket kelas.
Pada saat itu sekolah kami gempar dengan adanya desas desus jika kantin sekolah mencuci sedotan bekas dipakai untuk dipakai ulang. Dengan adanya desas desus tersebut semua ibu kantin dibantu dengan pegawainya ramai - ramai membuat kerajianan tangan yang terbuat dari sedotan bekas. Terlihat lucu memang waktu itu, tapi kemudian kalian akan terkejut dengan hasil karya mereka. Hasil karyanya mereka tempel pada dinding kantin mereka. Nah, di kantin No.4 lah kami belajar kerajinan tangan dari sedotan tersebut. Menyenangkan bukan?.
Sebenarnya desas desus tersebut ditujukan untuk kantin No.1 yang terkenal kurang bersih namun kantin -kantin yang lain ikut khawatir dan jadilah kantin kreatif. Semua kantin ramai - ramai membuat kerajinan tangan dari sedotan yang pada akhirnya menjadi hiasan pada dinding kantin mereka. Pernah beberapa kali kami makan di kantin No.1 , kantin yang terkenal kurang bersih itu.Mulai dari gorengan bakwan yang di dalamnya ada rambut, es teh ada semutnya, sampai mie rebus yang ada ulat nya . Ulat yang berasal dari sawi atau kubis yang di campurkan. Nah pertanyaannya apakah kami kapok untuk makan disana ?
Jawabanya tidak hahaha. Lalu kenapa bisa begitu?.
Karena disana ibu kantinnya ramah, sambel nya enak, gorengannya gede - gede, kau tidak perlu berdesak - desakan untuk mengantrk ataupun duduk, disamping itu kau bisa minum es teh sepuasnya mau nambah gula boleh, nambah teh lagi oke, dan nambah es batu juga tidak masalah cukup dengan membayar 1 gelas es teh saja . Nah murah kan ?
Di meja kantin terdapat beberapa gelas besar yanh digunakan untuk meletakan sedotan. Jika dikantin lain, mereka meletakan sedotan lengkap dengan plastiknya pada gelas besar yang disedikan. Berbeda dengan kantin No.1 tersebut, mereka mereka meletakan sedotan pada gelas besar tanpa plastik sedotan yang sudah dibuka, bukan hanya itu sedotan dalam gelas tersebut juga tidak beraturan. Satu gelas berisi sedotan berwarna - warni secara acak mungkin itu yang membuat anak - anak berpikir kantin tersebut menggunakan sedotan berulang padahal benar atau tidak nya kita tidak tahu buktinya aku melihat sendiri ibu kantin membeli sedotan baru yang dan memasukanny pada gelas tersebut.
Jadi menurut kami berita tersebut hoax.
Jika ingin makan mie di kantin tersebut hindarilah sawi dan kubis untuk menghindari adanya ulat sayur tersebut. Tidak selalu ada itu hanya untuk menghindarinya saja.
Lambat laun kantin No.4 langganan kami mulai ramai namun kami tetap menjadi si penguasa kantin disana. Masih berisik, masih ramai, masih bisa tertawa bebas seperti biasa, dan masih tetap jadi idolanya bapak dan ibu kantin hehe.
Setelah kami naik ke kelas 2, kami hanya berkumpul setelah pulang sekolah saja. Kami duduk di kelas yang berbeda dan bergaul dengan teman baru kami lagi.
Kantin adalah:
Tempat dimana aku berkumpul dengan teman - teman.
Tempat dimana kami bisa melupakan sejenak tugas sekolah yang cukup menyita pikiran.
Tempat dimana kami bisa tertawa lepas tanpa ada orang yang protes.
Tempat dimana aku menjalani hukuman yakni tidak di ijinkan untuk mengikuti pelajaran olahraga karena datang terlambat.
Nb.
Kantin No.1
Makanannya enak, tempatnya sepi, ibu kantinnya ramah, makanannya murah tetapi makanannya kurang bersih.
Kantin No.2
Tempatnya sering ramai, penuh dan harus sabar mengantri serta bersih makanan dan tempatnya.
Kantin No.3
Tempatnya ramai sekali, duduknya berdesak - desakan, tempatnya dan makanannya bersih serta banyak anak populer.
Kantin No.4
Tempatnya sepi, ibu kantinnya ramah, tempat dan makanannya bersih, dan yang lebih asik garansi tidak piket kelas jika jadi pelanggannya.
Kantin No.5
Tempatnya ramai, bersih tempat dan makanannya, di huni oleh mayoritas anak laki - laki ( kakak kelas anak laki - laki ganteng - ganteng pula).
Jadi jika kamu mau pilih, kantin mana yang akan menjadi pilihan favoritmu ?
Quote
Tidak benar jika masa sekolah adalah masa paling terindah yang lebih tepat adalah karena kalian ( teman - teman SMA ku ) masa SMK ku terasa indah.

0 comments:
Posting Komentar