SENANDUNG GITA BAGIAN 1.
Namanya Gita , mamah memberikannya nama itu agar dia menjadi wanita indah seindah alunan lagu.
jika kau menikmati atau mendendangkan lagu, apa yang membuatnya indah?.
Alunan melodinya yang mendayu - dayu ataukah barisan bait yang tersirat dalam liriknya.
Dan Gita ?
Dia adalah lagu itu dan kalian bebas untuk mengejawantahkannnya.
Tempat ini benar - benar indah. Kursi dan meja yang terbuat dari kayu yang di plistur halus, dinding yang tak terbungkus tumpukan semen sehingga terlihat jelas batu bata yang tersusun rapi di dinding tersebut.
Lukisan untuk hiasan dindingnya, entah mengapa lukisan abstrak itu begitu menarik hati meskipun tidak tahu apa maknanya. Selain itu, Ruangan ini dikelilingi oleh tanaman hias dengan deretan pot- pot kecil yang tergantung di bagian depan dan tanaman bunga tiruan di dalam ruangan. Bunga tetaplah bunga entah asli ataupun palsu semuanya cantik dan Gita menyukainya. Tempat ini terdiri dari dua jenis ruangan yakni ruangan indoor di lantai 1 dan out door di lantai 2. Jika kau menginginkan tempat romantis maka pergilah ke lantai 2, ruangan tak beratap terdiri dari barisan meja dengan payung putihnya dikelilingi oleh tanaman hijau dalam pot yang besar menambah sejuknya tempat itu. Jika malam kau bisa melihat deretan lampu berkelap - kelip berwarna - warni menghiasi tempat itu dengan lilin diatas meja dan cahaya bulan yang akan menambah indahnya tempat itu. Dan mereka berada di lantai 1.
"Ta, sana pesan makanan".
"kalian smua pada mau pesen apa?, tenang aku yang bayar".
"Aku terselah kamu "
"Sama"
"Terserah"
"Ok, sana Ta nasi goreng sea food dan jus jeruk "
"Iyah", jawab Gita sambil berjalan menjauh
samar - samar terdengar percakapan mereka
"Hei, ga kenapa sikapmu seperti itu sama Gita?"
Yoga melirik sambil memicingkan matanya.
"Memangnya kenapa? kamu tidak suka, atau jangan - jangan kamu suka sama dia, hm?
"bukan begitu ga, aku rasa kamu sudah keterlaluan sama dia".
"Maksudmu ?",Yoga mengerutkan dahi.
"Aku lihat kamu memperlakukan dia seenaknya seperti.Eka diam sebentar kemudian melanjutkan kalimatnya.
Iiyaa.. pembantu lebih tepatnya".
"oh, itu,aku kira apa..hahaha yoga tertawa dengan santainya. Tertawa yang dibuat - buat dan Itu benar - benar memuakkan.
"Dia tidak akan pernah marah denganku, dia akan melakukan apapun yang aku minta termasuk disuruh - suruh seperti itu".
"kok bisa?", eka membesarkan matanya
" siapa sih yang tidak ingin menjadi menantu dari keluarga prawiro". Menyengir kemudian melirik ke arah Eka.
Eka mengerutkan dahi, berpikir keras
Apa benar Gita seperti itu, bisiknya dalam hati
Deg,
"ternyata seperti itu pikiran yoga tentang aku". Dada Gita serasa sesak ingin rasanya dia menumpahkan jus jeruk yang dipesannya ke wajah Yoga yang menyebalkan itu.
"haruskah aku marah?", Gita berbisik pelan
Ingatan gita memutar memori percakapan dengan mamahnya beberapa bulan yang lalu tepatnya sebelum pertungannya dengan yoga , laki - laki sombong itu.
"Mah, aku ga mau tunangan sama Yoga"
saat itu Gita hanya tertunduk dan menangis sedih.
"Kenapa?". Mamahnya melirik sambil menghentikan jahitan bajunya.
"Yoga itu anaknya baik , lagi pula dia anaknya om arif teman baik papah sekaligus atasan tempat papah kerja ".
Gita mengakat wajahnya sambil menatap mamah dengan mata berkaca - kaca.
"Apa, baik mah?",
"baik dari mana?".
"Cowok sombong begitu, belum lagi gaya rambutnya "
Hikkkss kalimatnya terputus, terbata - bata, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.
"Dengar nak, Yoga itu anaknya om Arif sahabat sekaligus atasan papah, kalau sampai kita menolak pertunangan ini, bisa - bisa papah di pecat.
Apa kamu mau papah kehilangan pekerjaan?".
Mamah memperhatikan ekspresi putri kesayangannya itu. Dia tahu benar bahwa Gita tidak akan akan menolak jika itu akan merugikan atau menyakiti orang lain apalagi papahnya.
"Iya mah, Gita mau".
" mau apa ?"
" Iya Gita mau tunangan sama Yoga".
"Bener?"
" iya".
Hmmm apa aku bilang anak ini tidak akan menolak kalau alasannya seperti itu. Mamah tersenyum dan mengelus rambut anaknya.
"Makasih sayang ya "
Gita mengangguk pelan.
Tiba - tiba
Gubraakkkk
Gita terpeleset.
Achhh Aduh.. Gita berteriak lalu mengaduh. Gita pun tersadar, rupanya ia melamun sambil berjalan dan tidak sengaja terpeleset sehingga tubuhnya terlempar ke meja nomor 5 menumpahkan makanan dan minuman si penghuni meja. Semua berantakan dan laki - laki itu?.
Ohh laki - laki si pemilik meja yang sedang makan sendirian itu menatapnya dengan sinis.
Bajunya ..iya benar bajunya. Rupanya minumanya tersiram ke bajunya, makanannya pun berhamburan ke baju dan wajahnya.
Gita menatap sekeliling nampak semua penghuni ruangan itu menertawakannya kemudian pandangannya berhenti pada Yoga, Eka, dan Angga memperhatikan mereka satu persatu. Terlihat mereka mengerutkan dahi lalu menutup wajah mereka dengan tangannya.
" Ah, Sepertinya mereka malu dengan kelakakuanku", Gita mendesah.
Oh.. rasanya aku ingin menangis saja.
"Aduh ma'af ya , aku benar - benar tidak sengaja",
Dia tidak menjawab, sibuk membersihkan baju dan wajahnya. mengambil tisu di atas mejanya lalu membersihkannya dengan tisu itu.
Pasti dia sangat marah. Ah wajar saja kalau dia marah aku memang payah. Aku benar - benar ceroboh entah sampai kapan kecerobohanku ini hilang sepertinya memang sudah sepaket denganku.
payah.. payah.. payah.. benar - benar payah
Hufftt... Gita menyumpah dalam hati.
"Ma'af ya".
"Kamu marah ya", tanya Gita merasa bersalah.
Laki - laki itu melirik menatap beberapa detik kemudian pergi, mendatangi kasir dan berlalu begitu saja tanpa kata.Tatapan Gita mengikutinya.
Menatap punggungnya sampai menghilang.
Karawang, 14 September 2017
Smansa '05 menulis
Kamis, 14 September 2017
CERBUNG : Senandung Gita bagian 1
Labels:
Ceritaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Titin.. kereeeeen...
BalasHapusIya dian hasil mengkhayal
HapusEhm..aku mau nanya ya..
BalasHapusIni settingnya dimana? Restoran bukan?
Gita, Eka dan Yoga yang makan bersama?
Klo restoran, pesananya kok g dbwa pelayan?
Trus si laki2 pemilik meja itu pengunjung resto yg lain?
Gita ga bawa makanan baru pesan dan makanan yang tumpah itu makan pemilik meja no 5 sendiri
HapusLaki-laki meja no 5 ternyata baik beda sama yoga akhirnya dekat sama gita, biar yoga cemburu... Nanti yoga baru sadar cintanya.... Hehe... Jadi ngebayangin lanjutannya....
BalasHapusKeren mba titin....
Mendekekati benar tapi kurang tepat biar endingnya beda dengan cerita lain
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusLaki-laki meja no 5 ternyata baik beda sama yoga akhirnya dekat sama gita, biar yoga cemburu... Nanti yoga baru sadar cintanya.... Hehe... Jadi ngebayangin lanjutannya....
BalasHapusKeren mba titin....