Kamis, 05 Oktober 2017

BUDAYA : Sisingaan ( odong - odong )

Odong - odong merupakan kesenian khas karawang yang biasanya di gelar pada acara tertentu seperti hajatan ( khitanan ). Di daerah lain pertunjukan odong - odong di sebut juga Sisingaan. Pertunjukan ini sudah ada dari zaman dahulu dan digelar secara turun- temurun oleh generasi berikutnya.
Arak - arakan sisingaan ( odong - odong ).

Pertunjukan ini digelar dengan cara berjalan dan berkeliling. Iring - iringan tersebut terdiri dari para penari dan salah satu orang yang bertugas sebagai ketua kelompok yang bertugas mengatur jalannya pertunjukan odang - odong tersebut.

Ketua kelompok yang sedang mengatur jalannya iringan.

Iring- iringan pertunjukan ini dimulai dengan tarian yang dilakukan oleh beberapa penari yang berjalan dan menari menggunakan Engrang yang disebut : Jalangkung.
Jalangkung yang sedang menari.

Kemudian iringan selanjutnya yakni anak laki - laki yang akan di khitan menaiki patung ( odong - odong / sisingaan ) yangakan dibawa oleh para penari yang di sebut : pajak
Pajak yang sedang memikul odong - odong sambil menari.

Biasaya jumlahnya banyak paling sedikit 3 buah dan dinaiki bukan hanya anak yang akan di khitan saja melainkan anak - anak yang di hias dari keluarga atau kerabat terdekat.

Anak kerabat yang ikut memeriahkan pertunjukan
Iringan berikutnya yakni sekelompok penari yang memperagakan keahlian bermain debus biasanya mereka memperagakan keahlian kebal senjata tajam dan ada juga para penari yang membawa obor kemudian menyalakan api dengan cara menyemburkan minyak tanah dari mulut mereka yang membuat decak kagum para penonton.
Selain patung yang dihias, kelompok penari juga berdandan dan berhias untuk menarik perhatian para penonton. Lagu - lagu yang dimainkan yakni lagu daerah dan lagu - lagu masa kini yang biasanya di mix untuk menambah kemeriahan arak - arakan. Speaker musik biasanya dibawa menggunakan mobil pick- up yang berjalan di belakang pemain debus ini dan di ikuti oleh iringan keluarga yang empunya hajat dan juga kerabat terdekat.

Namun, sa'at ini pertunjukan kesenian ini mulai jarang di gelar. Hal ini dikarenakan biaya yang lumayan merogoh kocek kita yakni sekitar 20 juta rupiah dengan pertunjukan lengkap dan patung sisingaan berjumlah 15 buah. Cukup mahal, bukan?. Selain alasan tersebut, karawang yang tadinya di sebut sebagai "Lumbung Padi Jawa Barat " kini berubah menjadi "Kota Industri" yang mengakibatkan banyak orang- orang datang dari daerah lain sehingga kebudayaan pun ikut terpengaruh. Namun, kita masih bisa menjumpainya di daerah - daerah pedesaan yang masih melestarikan kesenian ini.
Banyak kelompok kesenian odong - odong/ sisingaan didaerah karawang  dan saya mengambil foto - foto tersebut dari kelompok kesenian cahaya medal dan citra yang berasal dari kecamatan cilamaya.

Saya dan siswa ikut berpose disamping odong -odong

Salam karawang

6 comments:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bagus mba, penyajian artikelnya bagus udah kayak presenter tv ahh...
    Ramai ya mba, seneng kalau masih bertahan budayanya semoga terus ada

    BalasHapus
  3. Bagus mba, penyajian artikelnya bagus udah kayak presenter tv ahh...
    Ramai ya mba, seneng kalau masih bertahan budayanya semoga terus ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kaya presenter,, iya sayang ya kalo kebudayaan kita yang banyak itu harus hilang

      Hapus

 

The Learning Cup Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang