SENANDUNG GITA BAGIAN 3
"Apa benar kau seperti itu ?", Eka
Hari ini sudah tidak ada mata kuliah. Semalaman aku memikirkannya. Aku benar - benar tidak tahu, kenapa aku sering memikirkannya akhir - akhir ini. Aku rasa ini semua karena Yoga. Menyebalkan dan memperlukan semaunya. Aku merasa iba dengannya bagaimana mungkin dia bisa bersabar seperti itu. Apa yang dia pikirkan?. Apa dia tidak peka?. Apa dia benar - benar mencintai Yoga. Orang bilang seorang gadis bisa bersikap gila jika dia mencintai laki - laki.
Hhh, payah,
Dia itu baik atau bodoh atau apa.
Sial, aku benar - benar memikirkannya. Apa pedulinya denganku. Itu sama sekali bukan urusanku.
Dan aku sama sekali tidak berminat dengan perempuan bodoh seperti dia.
Ekaaaa
Yang dipanggil menoleh.
Yoga berlari menghampiri Eka, berhenti kemudian menepuk pundak Eka.
"Eh, ikut yuk".
"Kemana?"
"Jalan".
"Jalan kemana?",
"Kemana lah, aku malas pulang".
"kenapa?",
"ya, ni anak, Kau kan tau rumahku sepi", Jawab Yoga
"Oya, tadi kenapa kamu buru - buru keluar kelas", lanjut Yoga, memperhatikan sahabatnya itu.
"Oh, ga apa - apa".
"Kita ada tugas kuliah. Ayo ke toko buku!"
"Dan setelah itu seperti biasa kau yang mengerjakan tugasku nanti aku kasih cash begitu tugas selesai.
Ok?".
Eka diam sejenak. Lalu menjawab, "tapi hari ini aku ga bisa, ada yang harus aku urus".
"Ayolah tugas dikumpulkan minggu depan", Yoga mulai membujuk
"Kalau gitu gimana kalau nanti malam?", tanya Eka
"Kau bisa kan?", lanjut Eka
"Ok,kau ini mau ngapain?, heh", Yoga penasaran.
"Ada", Jawab Eka singkat.
"Oh, gitu ya. mulai main rahasia kau rupanya".
Eka menyengir
"Pasti masalah cewe", Yoga tersenyum sambil mengedipkan matanya.
Eka tersenyum.
"Oke deh, berarti benar". Yoga menunjuk ke wajah Eka dengan jarinya yang membentuk pistol.
"Baguslah akhirnya sahabatku yang satu ini suka sama cewe".
Eka menyengir lalu bertanya
"Oya, Angga kemana ?"
"Nah, itu dia tadinya aku mau ngajak Angga tapi dia buru - buru banget, dia bilang dia mau mengantar mamahnya beli kado untuk sepupunya yang mau nikah", kata Yoga merangkul sahabatnya itu.
"Oh".
"Ok, aku pulang, ntar malem aku jemput ".
"Oke".
"Selamat ketemu cewe sayang", Yoga melepaskan rangkulannya.
"kamu", Eka melotot
Yoga terkikik lalu mencolek dagu Eka sambil berkata, " Hati - hati ya sayang ?".
Eka bergidik
Haha yoga tertawa lalu menjambak rambut sahabatnya itu
"Ahh, sial", teriak Eka
Eka menendang ,
meleset Yoga berhasil menghindar kemudian lari sambil tertawa menang.
Eka tersenyum sejenak kemudian diam.
Sebaiknya aku melihatnya saja, " bisiknya
Senin, 13 November 2017
CERBUNG :Senandung Gita BAGIAN 3
Labels:
Ceritaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar