Senin, 23 Agustus 2021

METODE PENDEKATAN ANALISIS PELUANG USAHA

 

 METODE PENDEKATAN ANALISIS PELUANG USAHA

            Analisis peluang usaha merupakan salah satu strategi dalam memulai sebuah usaha agar dalam menjalankan usahanya seorang wirausahawan sudah memiliki gambaran seperti apa usahanya dan bagaimana cara mengelola dan menjalankan usahanya.

            Peluang usaha baru dapat muncul dari sekitar kita. Biasanya dari situasi yang tidak diduga. Untuk mengembangkan ide atau gagasan peluang usaha kita harus berpikir secara :

a.      Positif

Arahkan pada hal – hal yang mempermudah dan bermanfaat

b.      Kreatif

Arahkan pada hal – hal yang dapat tertarik akan produk kita.

c.       Inovatif

Arahkan pada penciptaan produk baru yang berguna di masyarakat

d.      Inisiatif

Lansung bergerak janagn ditunda lagi

e.      Fleksibel

Sesuaikan dengan perubahan yang terjadi

f.        Responsif

Dapat selalu mengikuti perkembangan yang terjadi.

                        Adapun dalam pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk – produk yang :

1.      Mudah dalam pemakaian,

2.      Efisien dalam penggunaan

3.      Kualitas produk terjamin,

4.      Hemat dalam pemakaian,

5.      Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian

Pemetaan analisis produk dapat diperjelas dan dikelompokkan sbb :

a.      Produk yang mampu mempermudah pekerjaan rumah, dengan adanya barang tersebut kita dapat menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan

b.      Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah, seperti : panci multiguna, atau perajang sayuran.

c.       Produk lainnya yang sering digunakan dalam analisis peluang usaha , diantaranya air dalam kemasan, mie dalam cup, dll.

Metode yang sering digunakan dalam analisis peluang usaha , diantaranya :

1.      Analisis SWOT

Adalah : metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan ( strengths ), kelemahan ( weaknesses ), peluang ( opportunities ) , dan ancaman ( threats ) dalam suatu proyek atau suatu spekulas bisnis.

      Metode yang bisa diterapkan untuk upaya tersebut adalah SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk menegtahui :

a.      Strength, yaitu : kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untukmencapai sasaran.

b.      Weakness, yaitu : peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.

c.       Opportunity, yaitu : peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.

d.      Theat, yaitu : ancaman apa saja yang terjadi saat memulai usaha, seperti : munculnya pesaing.

Setelah melakukan analisis SWOT seorang wirausahawan bisa memberikan kesimpulan tentang usaha atau produk tersebut kedepannya.

2.      Analisis 5W+ 1 H

Selain menggunakan analisis SWOT, seorang wirausaha juga bisa menggunakan analisis lainnya, seperti analisis 5W+ 1 H, yang terdiri atas ;

What : jenis usaha apa yang akan kita ambil

Why : kenapa memilih usaha tersebut

When ; kapan akan memulai usaha tersebut

Where : dimana kita akan memulai usaha ( lokasinya dimana )

Who : siapa yang akan terlibat dalam usahanya

How : bagaimana cara membuatnya ( proses produksinya )

Dengan menggunakan analisis tersebut, kita bisa melihat ada atau tidak adanya peluang pasar yang dituju. Adapun langkah – langkah penyusunan analisis kelayakan secara lebih jelas agar memperhatikan seperti :

a.      Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat sekitarnya.

b.      Kapan saja mereka membutuhkan barang tersebut,

c.       Lihat karakteristik konsumen, seperti  kebutuhannya apa saja, jadi produknya bisa d sesuaikan dengan segmen konsumennya.

d.      Bagaimana daya beli konsumen, dan bagaimana pembuatannya apakah berkualitas atau tidak.

e.      Lihat ada pesaingnya atau tidak, cari peluang pasar yang belum digarap oleh pesaing.

Seorang wirausaha juga harus mengetahui :

a.      Situasi dan kondisi kebiasaan masyarakat ( konsumen ) dimana wilayahnya.

b.      Sosial dan budaya dari pola hidup masyarakat ( konsmen ) di wilayahnya.

c.       Tingkat pendapatan dan pengualaran serta pola ekonominya.

d.      Keragaman masyarakat juga yang mendiami wilayah tersebut darimana saja.

e.      Pola kebutuhan masyarakatnya.

3.      Studi Kelayakan Usaha

Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis. Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan untuk :

a.      Merintis usaha baru atau produk baru

b.      Mengembangkan usaha yang sudah ada, atau memperluas usaha,

c.       Memilih jenis usaha atau investasi/ proyek yang paling menguntungkan

Studi kelayakan usaha dapat dilakukan dengan cara :

a.      Tahap penemuan ide atau perumusan gagasan, yaitu : mencari kemungkinan – kemungkinan bisnis / produk usaha yang bisa di indentifikasi dan dirumuskan misalnya : membuat produk dari bahan lunak, bahan keras, pembenihan ikan, pembuatan kuliner, kosmetik, atau produk lainnya sesuai dengan keahlian.

b.      Mengembangkan usaha yang sudah ada , atau memperluas usaha,

c.       Memilih jenis usaha atau investasi/ proyek yang paling menguntungkan.

Stud kelyakan usaha dapat dilakukan dengan cara :

a.      Tahap penemuan ide atau perumusan gagasan, yaitu : mencari kemungkinan- kemungkinan bisnis / produk usaha yang bisa di indentifikasi dan dirumuskan misalnya :membuat produk dari bahan lunak, bahan keras, pembenihan ikan, pembuatan kuliner, kosmetik, atau produk yang sesuai dengan keahlian.

b.      Tahap formulasi tujuan, yaitu : merumuskan visi dan misi ke depan yang harus diwujudkan dalam tindakannya.

c.       Tahap analisis, yaitu : proses sistematis yang harus dilakukan dengan memperhatikan aspek – aspek , meliputi aspek pasar, aspek teknik produksi, aspek manajemen, dan aspek fnansial.

d.      Tahap keputusan yaitu : setelah di evaluasi , dipelajari, dan memperhatikan hasilnya maka wirausaha harus bisa memutuskan apakah usaha tersebut dapat dilaksanakan atau tidak.

Berikut ini sistematika penyusunan studi kelayakan usaha secara sederhana:

1)      Pengenalan produk yang akan dipilih

2)      Bahan dan cara pembuatannya seperti apa,

3)      Cara penyajian/ kemasannya bagaimana

4)      Gambaran usaha yang sudah dipilih dengan menyusun seperti :

a.      Gambaran volume produk yang ada,

b.      Tempat usaha/ lokasi usaha dimana

c.       Perlengkapan usaha dan karyawan

d.      Cara mempromosikannya seperti apa,

e.      Metode penetapan harga yang terjangkau oleh konsumen,

f.        Resiko yang akan terjadi dan pemecahannya,

g.      Tip dan trik pengelolaan usahanya bagaimana.

5)      Asumsi dan penganggaran biaya usaha serta usaha serta perkiraan keuangannya, meliputi:

a.      Masa penyusutan perlengkapan dan perlatan usaha ,

b.      Belanja bahan baku dan pendukung,

c.       Jumlah pegawainya,

d.      Jumlah porsi yang tersedia dipasaran bisa meningkatkan seiring permintaan,

e.      Biaya investasi awal

f.        Biaya operasional perbulan,

g.      Penerimaan dan pengeluaran perbulan,

h.      Keuntungan/ laba perbulan

i.        Payback period

Menurut Allan filley & Robert w. Price ( 1991 : 1 – 2 ) , untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha, ada beberapa analisis klarifikasi strategi yang harus dimiliki, diantaranya :

1.      Craft, firm are prepared by people who are technical specialist;

2.      Promotion, promotion are typically dominated by their leader and are designed  to explaid some kind of innovative advandages.

3.      Administrative, administrative firm have  formal management necessaury business function.



sumber 

HUP 

pic: luna bear

0 comments:

Posting Komentar

 

The Learning Cup Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang