METODE PENDEKATAN
ANALISIS PELUANG USAHA
Analisis
peluang usaha merupakan salah satu strategi dalam memulai sebuah usaha agar
dalam menjalankan usahanya seorang wirausahawan sudah memiliki gambaran seperti
apa usahanya dan bagaimana cara mengelola dan menjalankan usahanya.
Peluang
usaha baru dapat muncul dari sekitar kita. Biasanya dari situasi yang tidak
diduga. Untuk mengembangkan ide atau gagasan peluang usaha kita harus berpikir
secara :
a.
Positif
Arahkan pada hal – hal yang
mempermudah dan bermanfaat
b.
Kreatif
Arahkan pada hal – hal yang dapat tertarik
akan produk kita.
c.
Inovatif
Arahkan pada penciptaan produk baru
yang berguna di masyarakat
d.
Inisiatif
Lansung bergerak janagn ditunda lagi
e.
Fleksibel
Sesuaikan dengan perubahan yang
terjadi
f.
Responsif
Dapat selalu mengikuti perkembangan
yang terjadi.
Adapun dalam pemilihan produk,
berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan
mempertimbangkan produk – produk yang :
1.
Mudah
dalam pemakaian,
2.
Efisien
dalam penggunaan
3.
Kualitas
produk terjamin,
4.
Hemat
dalam pemakaian,
5.
Adanya
jaminan keamanan dalam pemakaian
Pemetaan
analisis produk dapat diperjelas dan dikelompokkan sbb :
a.
Produk
yang mampu mempermudah pekerjaan rumah, dengan adanya barang tersebut kita dapat
menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan
b.
Produk
yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah, seperti : panci multiguna, atau
perajang sayuran.
c.
Produk
lainnya yang sering digunakan dalam analisis peluang usaha , diantaranya air
dalam kemasan, mie dalam cup, dll.
Metode yang sering digunakan dalam
analisis peluang usaha , diantaranya :
1. Analisis SWOT
Adalah
: metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (
strengths ), kelemahan ( weaknesses ), peluang ( opportunities ) , dan ancaman
( threats ) dalam suatu proyek atau suatu spekulas bisnis.
Metode yang bisa diterapkan untuk upaya
tersebut adalah SWOT. Analisis SWOT
digunakan untuk menegtahui :
a. Strength, yaitu : kekuatan apa yang
akan mendukung usaha kita untukmencapai sasaran.
b. Weakness, yaitu : peluang usaha apa
saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.
c. Opportunity, yaitu : peluang usaha
apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.
d. Theat, yaitu : ancaman apa saja yang
terjadi saat memulai usaha, seperti : munculnya pesaing.
Setelah
melakukan analisis SWOT seorang wirausahawan bisa memberikan kesimpulan tentang
usaha atau produk tersebut kedepannya.
2. Analisis 5W+ 1 H
Selain
menggunakan analisis SWOT, seorang wirausaha juga bisa menggunakan analisis
lainnya, seperti analisis 5W+ 1 H, yang terdiri atas ;
What :
jenis usaha apa yang akan kita ambil
Why :
kenapa memilih usaha tersebut
When ;
kapan akan memulai usaha tersebut
Where
: dimana kita akan memulai usaha ( lokasinya dimana )
Who :
siapa yang akan terlibat dalam usahanya
How :
bagaimana cara membuatnya ( proses produksinya )
Dengan
menggunakan analisis tersebut, kita bisa melihat ada atau tidak adanya peluang
pasar yang dituju. Adapun langkah – langkah penyusunan analisis kelayakan
secara lebih jelas agar memperhatikan seperti :
a. Amati kebutuhan apa yang paling
banyak diperlukan oleh masyarakat sekitarnya.
b. Kapan saja mereka membutuhkan barang
tersebut,
c. Lihat karakteristik konsumen,
seperti kebutuhannya apa saja, jadi
produknya bisa d sesuaikan dengan segmen konsumennya.
d. Bagaimana daya beli konsumen, dan
bagaimana pembuatannya apakah berkualitas atau tidak.
e. Lihat ada pesaingnya atau tidak, cari
peluang pasar yang belum digarap oleh pesaing.
Seorang
wirausaha juga harus mengetahui :
a. Situasi dan kondisi kebiasaan
masyarakat ( konsumen ) dimana wilayahnya.
b. Sosial dan budaya dari pola hidup
masyarakat ( konsmen ) di wilayahnya.
c. Tingkat pendapatan dan pengualaran
serta pola ekonominya.
d. Keragaman masyarakat juga yang
mendiami wilayah tersebut darimana saja.
e. Pola kebutuhan masyarakatnya.
3. Studi Kelayakan Usaha
Studi kelayakan usaha atau disebut
juga analisis proyek bisnis. Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa
digunakan untuk :
a. Merintis usaha baru atau produk baru
b. Mengembangkan usaha yang sudah ada,
atau memperluas usaha,
c. Memilih jenis usaha atau investasi/
proyek yang paling menguntungkan
Studi kelayakan
usaha dapat dilakukan dengan cara :
a. Tahap penemuan ide atau perumusan gagasan, yaitu : mencari kemungkinan – kemungkinan bisnis / produk usaha yang
bisa di indentifikasi dan dirumuskan misalnya : membuat produk dari bahan lunak,
bahan keras, pembenihan ikan, pembuatan kuliner, kosmetik, atau produk
lainnya sesuai dengan keahlian.
b. Mengembangkan usaha yang sudah ada ,
atau memperluas usaha,
c. Memilih jenis usaha atau investasi/ proyek yang paling menguntungkan.
Stud kelyakan
usaha dapat dilakukan dengan cara :
a. Tahap penemuan ide atau perumusan
gagasan, yaitu : mencari kemungkinan- kemungkinan bisnis / produk usaha yang bisa
di indentifikasi dan dirumuskan misalnya :membuat produk dari bahan lunak, bahan
keras, pembenihan ikan, pembuatan kuliner, kosmetik, atau produk yang sesuai
dengan keahlian.
b. Tahap formulasi tujuan, yaitu :
merumuskan visi dan misi ke depan yang harus diwujudkan dalam tindakannya.
c. Tahap analisis, yaitu : proses
sistematis yang harus dilakukan dengan memperhatikan aspek – aspek , meliputi
aspek pasar, aspek teknik produksi, aspek manajemen, dan aspek fnansial.
d. Tahap keputusan yaitu : setelah di
evaluasi , dipelajari, dan memperhatikan hasilnya maka wirausaha harus bisa
memutuskan apakah usaha tersebut dapat dilaksanakan atau tidak.
Berikut ini sistematika penyusunan
studi kelayakan usaha secara sederhana:
1) Pengenalan produk yang akan dipilih
2) Bahan dan cara pembuatannya seperti
apa,
3) Cara penyajian/ kemasannya bagaimana
4) Gambaran usaha yang sudah dipilih
dengan menyusun seperti :
a. Gambaran volume produk yang ada,
b. Tempat usaha/ lokasi usaha dimana
c. Perlengkapan usaha dan karyawan
d. Cara mempromosikannya seperti apa,
e. Metode penetapan harga yang
terjangkau oleh konsumen,
f.
Resiko
yang akan terjadi dan pemecahannya,
g. Tip dan trik pengelolaan usahanya
bagaimana.
5) Asumsi dan penganggaran biaya usaha
serta usaha serta perkiraan keuangannya, meliputi:
a. Masa penyusutan perlengkapan dan perlatan
usaha ,
b. Belanja bahan baku dan pendukung,
c. Jumlah pegawainya,
d. Jumlah porsi yang tersedia dipasaran
bisa meningkatkan seiring permintaan,
e. Biaya investasi awal
f.
Biaya
operasional perbulan,
g. Penerimaan dan pengeluaran perbulan,
h. Keuntungan/ laba perbulan
i.
Payback
period
Menurut
Allan filley & Robert w. Price ( 1991 : 1 – 2 ) , untuk mencapai
keberhasilan dalam wirausaha, ada beberapa analisis klarifikasi strategi yang
harus dimiliki, diantaranya :
1. Craft, firm are prepared by people
who are technical specialist;
2. Promotion, promotion are typically
dominated by their leader and are designed
to explaid some kind of innovative advandages.
3. Administrative, administrative firm have formal management necessaury business
function.
sumber
HUP
pic: luna bear


0 comments:
Posting Komentar